Semono, Bagelen – Tradisi budaya dan kearifan lokal masih terus terjaga dengan baik di Desa Semono, Kecamatan Bagelen. Dalam kurun waktu satu bulan, masyarakat Desa Semono melaksanakan tiga rangkaian kegiatan kenduri selamatan desa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Kenduri Tulakan yang dilaksanakan pada malam Jumat Kliwon. Kegiatan tersebut digelar secara serentak di sejumlah titik, yakni di pertigaan maupun perempatan jalan yang berada di wilayah Desa Semono. Warga dari berbagai lingkungan berkumpul membawa tumpeng dan berbagai hidangan untuk didoakan bersama sebagai wujud kebersamaan, kerukunan, serta harapan agar desa senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan.
Setelah pelaksanaan kenduri di lingkungan masing-masing, masyarakat kembali menggelar Kenduri Suran Jumat Kliwon yang dipusatkan di Pepunden Eyang Jatikusumo Desa Semono. Kegiatan ini merupakan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa dalam sejarah perkembangan Desa Semono. Dalam suasana yang khidmat, warga bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama memanjatkan doa agar seluruh masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemakmuran.
Tidak berhenti sampai di situ, masyarakat Desa Semono kembali mengadakan Kenduri Suran sebagai rangkaian tradisi menyambut datangnya Bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (24/06/2026) ini bertempat di dua lokasi, yaitu Balai Desa Semono untuk warga Dusun Krajan dan Balai Dusun Sijo untuk warga Dusun Sijo. Acara diisi dengan doa bersama, kenduri, serta silaturahmi antar warga yang semakin mempererat rasa persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Sekretaris Desa Semono, Aris Manto yang hadir di lokasi kenduri Dusun Krajan menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang terus menjaga dan melestarikan tradisi-tradisi luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Menurutnya, kegiatan kenduri bukan hanya sebagai ritual budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial antarwarga.
"Dalam satu bulan ini, masyarakat Desa Semono telah melaksanakan tiga jenis kenduri selamatan desa, yaitu Kenduri Tulakan yang di pertigaan dan perempatan jalan, kemudian Kenduri Jumat Kliwon di Pepunden Eyang Jatikusumo, serta malam ini Kenduri Suran di Balai Desa dan Balai Dusun. Hal ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai kebersamaan masih sangat kuat," ujarnya.
"Bulan depan bulan Sapar, ada kenduri lagi yaitu Saparan, nanti bulan Mulud ada kenduri lagi yaitu Muludan, dengan seringnya kita bersedekah yang berwujud hidangan kenduri, mudah-mudahan bapak ibu yang hadir disini selalu diluaskan rejeki yang halal dan barokah," imbuhnya.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, masyarakat Desa Semono berharap seluruh warga senantiasa diberikan keselamatan, ketentraman, rezeki yang melimpah, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana dan marabahaya. Tradisi kenduri yang terus dilestarikan juga menjadi salah satu identitas budaya desa yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. (*)
admin
24 Juni 2026 15:41:22
Monggo.. silahkan.....