Temon, Kulon Progo — Puskesmas Dadirejo Bagelen menyelenggarakan Pertemuan Lokakarya Mini Lintas Sektor pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi dan sinergi antara unsur pemerintahan wilayah, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan lainnya dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Dadirejo.
Kegiatan yang dilaksanakan di Sego Pulen, Temon, Kabupaten Kulon Progo tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Forkopimcam Kecamatan Bagelen, delapan Kepala Desa wilayah kerja Puskesmas Dadirejo (Dadirejo, Bapangsari, Tlogokotes, Somorejo, Hargorojo, Semagung, Semono, dan Durensari), serta unsur lintas sektor dan pihak terkait lainnya.
Lokakarya Mini Lintas Sektor menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program kesehatan sekaligus membangun komitmen bersama agar berbagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.
Penguatan Integrasi Layanan Primer
Salah satu pokok materi yang disampaikan dalam kegiatan adalah mengenai Integrasi Layanan Primer (ILP). Berdasarkan paparan, ILP merupakan program strategis Kementerian Kesehatan RI yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini melalui pendekatan preventif atau pencegahan dan promotif atau edukasi.
Dalam acara tersebut, Kepala Puskesmas Dadirejo Bagelen, dr. Hananto Seno Wahono saat memberikan sambutan menyampaikan tentang perubahan paradigma pelayanan kesehatan, dari pola yang lebih berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat sudah sakit menjadi upaya yang lebih menekankan pada pencegahan, deteksi dini, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pendekatan Kesehatan Berbasis Siklus Hidup
Implementasi ILP juga menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya ditujukan kepada kelompok tertentu, tetapi mencakup masyarakat berdasarkan siklus hidup.
Posyandu yang selama ini sering dipahami sebagai layanan bagi bayi dan ibu hamil diarahkan untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan seluruh kelompok usia. Ibu hamil dan balita mendapatkan edukasi mengenai pencegahan stunting dan imunisasi, sementara remaja memperoleh edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pola hidup sehat.
Pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia, perhatian diarahkan antara lain pada deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes dan hipertensi.
Dengan pendekatan tersebut, pelayanan kesehatan diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok usia.
Mendorong Skrining dan Deteksi Dini
Hal penting lainnya dalam implementasi ILP adalah penguatan deteksi dini melalui skrining kesehatan secara berkala. Masyarakat didorong untuk lebih aktif mengetahui kondisi kesehatannya sebelum muncul gangguan kesehatan yang lebih serius.
Skrining dapat dilakukan melalui pemeriksaan sederhana, antara lain tekanan darah, gula darah, dan lingkar perut, termasuk dengan mendekatkan layanan hingga tingkat RT, RW, dan desa.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap faktor risiko penyakit sekaligus mendorong masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan sejak dini.
Kader Kesehatan sebagai Penggerak Masyarakat
Keberhasilan ILP juga sangat bergantung pada keterlibatan kader kesehatan sebagai penggerak di tingkat masyarakat. Kader tidak hanya berperan dalam kegiatan pelayanan di Posyandu, tetapi juga didorong untuk melakukan pendekatan secara langsung kepada masyarakat.
Salah satu bentuknya adalah kunjungan rumah, terutama untuk menjangkau warga yang masih enggan atau takut melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan secara personal diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Sinergi Lintas Sektor Diperlukan
Melalui Lokakarya Mini Lintas Sektor ini, Puskesmas Dadirejo bersama pemerintah desa dan unsur lintas sektor diharapkan dapat semakin memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat.
Pemerintah desa memiliki peran strategis dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, penguatan Posyandu dan kader kesehatan, penyebarluasan edukasi kesehatan, serta mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dan deteksi dini secara berkala.
Melalui kolaborasi antara Puskesmas, pemerintah desa, kader, masyarakat, unsur pemerintahan wilayah, DPRD, serta lintas sektor lainnya, diharapkan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Bagelen dapat dilaksanakan secara lebih terpadu, preventif, dan berkelanjutan.
Lokakarya Mini Lintas Sektor ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama bahwa pembangunan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur masyarakat dan pemerintah. (ar)
Cah Ndeso
26 September 2026 15:55:17
Daftar lengkap nama desa ada tidak pak?...